-->

Dokter Mengatakan Bayinya Tidak Akan Melewati Ulang Tahunnya yang Pertama, Lalu Sang Ibu pun Berdoa


Saat dilahirkan, Callie didiagnosis menderita komplikasi kesehatan yang mencakup sebuah kelainan genetik langka yang disebut Williams Syndrome. Sindrom Williams adalah kelainan genetik dimana setengah dari kromosom ke-7 hilang. Orang yang memiliki kondisi ini menghadapi banyak kesulitan dengan kesehatan dan perkembangannya. Ibunya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, selain berdoa, doanya yang sungguh akan mengubah hidupnya.

“Dokter  mengatakan, ‘saya yakin Callie tidak dapat melewati ulang tahunnya yang pertama'"
Empat puluh tahun kemudian, Tabitha membagi kisah putrinya Callie, bagaimana putrinya mengubah hidup keluarganya selamanya.

Memulai Sebuah Keluarga

Tabitha selalu bermimpi memiliki keluarga besar. Ketika bertemu Keith Suaminya, Tabitha masih bersekolah dan Keith empat tahun lebih tua darinya. Keith dengan sabar menunggu Tabitha berumur 16 tahun agar bisa pacaran dengannya. Tak heran setelah Tabitha lulus sekolah, Keith yang sudah dekat dengan keluarga besar Tabitha langsung memutuskan untuk menikah.


Setahun kemudian bayi pertama mereka, Amanda lahir. Empat tahun kemudian Briana lahir, dan lima tahun kemudian menyambut kelahiran Delaney. Mereka masih mengharapkan bayi ke empat. Dan ketika Tabitha hamil, mereka merasa bahagia karena semua terjadi seperti yang direncanakan.  Mereka merasa hidup mereka telah lengkap.

"Hidup kami berjalan baik, dan suamiku memulai pelayanannya di gereja" jadi Tabitha dikenal sebagai istri pendeta.  Dan semuanya berjalan begitu baik.

Sebuah Perubahan Yang Menakutkan


Ketika saatnya bagi Tabitha melahirkan, dia harus diinduksi. Bayi mereka menunjukkan kondisi jantung mulai melemah sehingga operasi caesar harus dilakukan. Callie Madison lahir, hari yang seharusnya bahagia. Tapi semuanya berubah.

Seorang perawat datang dan membawa Callie ke NICU. Tingkat oksigen dan detak jantungnya sangat rendah. Dia dirawat di unit perawatan khusus selama lima hari. Setelah diperbolehkan pulang ke rumah,  Callie tidak seperti kakak-kakaknya saat bayi. Callie sangat sering menangis, tak ada yang bisa Tabitha lakukan untuk menenangkannya.

Saat-saat bahagia berakhir saat Callie berumur dua bulan, Callie sering tersedak,  dia menjadi lesu, lemas dan tekanan darahnya sangat tinggi. "Kami memanggil 911 dan ia dibawa ke Northeast Georgia Medical Center".

Tekanan darah Callie yang tinggi bisa mengakibatkan stroke bahkan pada orang dewasa sekalipun.

Sebuah Diagnosis yang Mengejutkan

Dokter mengatakan Callie mengidap Sindrom Williams. Sindrom Williams adalah kondisi genetik yang dapat menyebabkan permasalahan kesehatan termasuk jantung.

Tapi bukan hanya masalah kesehatannya yang mengkhawatirkan, Sindrom William membuat Callie tidak mengenal rasa takut. Ini bisa membuatnya berada dalam bahaya yang tidak bisa dipahaminya. Karena Callie menganggap semua orang sebaik dan seramah dirinya.  Dia tidak dapat membedakan ekspresi marah atau kesal dari orang lain.

Sang Ibu Berdoa untuk Keajaiban

Setelah Berbulan-bulan lamanya. Tabitha mendapati dirinya menjadi lemah dan bertanya kepada Tuhan. "Mengapa semua ini terjadi pada kami yang selalu hidup di dalam Tuhan?" Dalam keputusannya, dengan iman dia mulai berdoa. Tapi doa-doanya tidak langsung memberi damai sejahtera dalam hari-harinya.

"Banyak orang tidak percaya kepada Tuhan, bahwa Tuhan dapat memelihara segala sesuatu dalam hidupku", aku terus berdoa pada Tuhan untuk kesembuhan Callie. Kami sudah lama hidup di dalam Tuhan dan berusaha hidup di jalan yang benar, hanya kesembuhannya yang kami minta sekarang.


Tabitha merasakan Kehadiran Tuhan, dan mendengar Dia berkata "Callie milik-Ku, Aku memberikannya padamu agar semuanya terjadi sesuai dengan Kehendak-Ku." Jadi Tabitha mulai berdoa hal yang sama setiap hari, "apapun kehendak-Mu, ya Tuhan, terjadilah". Dia menyadari apapun yang terjadi dalam hidupnya, imannya harus tetap terjaga.

Tabitha percaya hasil pemeriksaan Callie yang semakin baik adalah campur tangan dari Tuhan.  Keajaiban kecil mereka syukuri dan terus menyerahkan semua dalam doa yang tak henti-henti.

Jalan yang mereka lewati tak pernah mudah,  Callie harus menjalani serangkaian operasi. Operasi jantung saat umur 10 tahun, tekanan darah yang mendadak naik, dan asma. Doa yang membuat sang ibu tetap kuat.

Sejak saat Callie dilahirkan,  keluarga besar itu belajar untuk mensyukuri setiap hari, bulan dan tahun-tahun yang bisa dilalui. Menghargai setiap situasi baru yang harus dilewati. "Callie mengajarkanku, untuk mensyukuri semua hari dan waktu yang kita miliki bersama orang-orang terkasih."

Callie masih harus dibantu berjalan, makan, memakai baju atau menyisir rambutnya. Sindrom Williams membuatnya tidak mengerti emosi buruk seperti kemarahan, bentakan atau kesedihan dari orang, dia hanya tahu kegembiraan dan cinta kepada siapa saja. Keluarga menjadi sangat protektif kepadanya, karena itu bisa membawanya dalam bahaya.

"Kekuatan, cinta dan keberanian, Callie mengajarkanku banyak hal, lebih dari yang bisa aku ajarkan padanya seumur hidup."

Sumber: GodUpdates

0 Response to "Dokter Mengatakan Bayinya Tidak Akan Melewati Ulang Tahunnya yang Pertama, Lalu Sang Ibu pun Berdoa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel